Gunung Semeru di Perbatasan Lumajang-Malang Kembali Erupsi dengan Letusan Setinggi 1.000 Meter

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak pada Rabu pagi, 1 April 2026. (HA
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak pada Rabu pagi, 1 April 2026. (HAO-PVMBG)
0 Komentar

GUNUNG Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak pada Rabu petang, 1 April 2026. Sepanjang hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami tiga kali erupsi.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 16.54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis seperti dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.

Menurut Sigit, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 16 mm dan durasi 121 detik.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru mengalami tiga kali erupsi pada hari itu. Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.00 WIB dengan tinggi letusan sekitar 700 meter di atas puncak. Erupsi kedua terjadi pada pukul 16.40 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak. Erupsi ketiga terjadi pada pukul 16.54 WIB.

Sigit menjelaskan, Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait status tersebut.

Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena daerah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. “Terutama, sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” katanya.

0 Komentar