Menagih Kedaulatan Data
Menghormati gugurnya Kapten Zulmi dan rekan-rekannya tidak cukup dengan menaikkan bendera setengah tiang. Kedaulatan nalar menuntut kita untuk menembus kabut tersebut.
Hormat tertinggi bagi darah yang tumpah adalah transparansi data. Kita harus menuntut pembukaan catatan radar dan citra satelit militer di area kejadian, 15 menit sebelum dan sesudah ledakan. Kita butuh fakta forensik digital, bukan sekadar eufemisme diplomatik yang menenangkan.
Di akhir hari, kedaulatan nalar adalah keberanian untuk berkata: Tidak ada ledakan tanpa pelaku. Dan tidak ada pahlawan yang boleh gugur dalam “sumber yang tidak diketahui”.
Penulis: Pengamat Intelijen, Bondhan W
