TNI Beber Kronologi 2 Prajurit Gugur Akibat Serangan di Lebanon

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjend TNI Aulia Dwi Nasrulla
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjend TNI Aulia Dwi Nasrulla
0 Komentar

SEBANYAK dua prajurit TNI, Kapten Infanteri Zulmi Aditya dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur akibat serangan yang terjadi di Lebanon pada Senin (30/3/2026).

Keduanya tergabung dalam pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Ki-B/Task Force B Indobatt posisi UNP 7-3.

Keduanya gugur pada saat melakukan pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL dari CSSU (Combat Support Service Unit) dengan total enam rangkaian kendaraan. Namun nahasnya, kendaraan yang ditumpangi oleh Zulmi dan Ikhwan meledak.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa Zulmi dan Ikhwan gugur saat bertugas sebagai Mobile Reserve di bawah kendali Komandan Sektor Timur.

Dalam misi tersebut, satuan ini mengawal pergerakan Combat Support Service Unit (CSSU) dari United Nations Position (UNP) 7-2 menuju UNP 7-1, guna mendukung distribusi ulang logistik sekaligus pengantaran peti jenazah.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Aulia dalam keterangan persnya, Selasa (31/3/2026).

Aulia menyebut bahwa insiden tersebut terjadi hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam usai gugurnya Praka Farizal Rhomadhon akibat serangan rudal dari Israel ke Lebanon.

“Insiden fatal tersebut terjadi lagi dalam 24 jam terakhir dari insiden sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, terdapat dua prajurit Indonesia lainnya yang menjadi korban luka dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit di Lebanon.

“Dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon,” ungkapnya.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Saat ini, TNI bersama UNIFIL melakukan investigasi atas kejadian tersebut. Aulia menegaskan bahwa kedua pasukan TNI yang gugur di Lebanon tersebut bertugas dalam pemeliharaan perdamaian di tengah kondisi Lebanon yang sedang berkonflik.

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” ujarnya.

0 Komentar