RI Kutuk Keras Serangan Israel
Indonesia mengecam serangan Israel yang menewaskan prajurit TNI. Indonesia juga menyerukan penyelidikan menyeluruh dan transparan.
“Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3).
Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL. RI menegaskan kecaman atas serangan Israel ke Lebanon.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian,” tegas Kemlu.
Menlu Minta Semua Pihak Lakukan Deeskalasi
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengucapkanbelasungkawa atas kepergian Praka Farizal. Dia juga mengecam serangan Israel di Lebanon.
“Seperti kita ketahui bersama, kita mengalami satu kejadian dan saya menyampaikan ungkapan duka, dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya seorang prajurit kita atas nama Praka Farizal Rhomadhon yang bertugas sebagai kontingen UNIFIL di Lebanon, beliau gugur,” kata Sugiono kepada wartawan di sela-sela mendampingi kunjungan presiden di Tokyo, Jepang, Senin (30/3).
“Kami selaku Menteri Luar Negeri dan mewakili pemerintahan Republik Indonesia mengucapkan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” imbuhnya.
Ia meminta semua pihak mengambil langkah deeskalasi dan mengutamakan negosiasi di meja perundingan.
“Kemudian juga mengecam keras insiden ini dan mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan dan kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi dan juga kembali ke langkah-langkah ke meja-meja perundingan,” ujarnya.
Sugiono mengaku telah meminta KBRI Beirut untuk memonitor kondisi prajurit. Selain itu juga meminta mengurus proses pemulasaraan jenazah Praka Rizal.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor prajurit-prajurit kita dan menyiapkan langkah-langkah pemulasaraan jenazahnya dan rencana hari Senin pagi waktu New York, kepala perwakilan Indonesia di New York, di PBB, akan bertemu dengan Under-Secretary-Generals UN yang mengurusi masalah peacekeeping task force untuk membicarakan masalah-masalah yang sifatnya pengembalian atau pemulasaraan jenazah prajurit kita,” ujarnya.
