PEMERINTAH akan membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM)bersubsidi seperti Solar dan Pertalite maksimal 50 liter per kendaraan per hari mulai besok, 1 April 2026. Pembelian akan dilakukan menggunakan barcode MyPertamina untuk mengatur distribusi BBM bersubsidi.
“Untuk memastikan distribusi BBM pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan,” papar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers tentang Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Risiko dan Antisipasi Dinamika Global, di Tokyo, Jepang, dikutip akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).
Meski begitu, pembatasan pembelian BBM bersubsidi ini hanya berlaku untuk kendaraan pribadi dan tidak berlaku untuk kendaraan umum. “Tapi ini tidak berlaku bagi kendaraan umum,” ucap Airlangga.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Lebih lanjut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia meminta dukungan masyarakat untuk dapat kooperatif dengan pemerintah. Dus, upaya untuk menghemat pasokan BBM di tengah gejolak harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran dapat terlaksana dengan baik.
“Saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerja sama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak,” katanya.
Sebagai mantan sopir angkot, Bahlil menilai, dengan BBM 50 liter, tangki mobil sudah akan penuh untuk seharian.
“Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tangki sudah penuh satu hari. Jadi kita akan mendorong ke sana. Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak,” imbuh dia.
Pada kesempatan itu, Bahlil juga memastikan, per 1 April 2026 tidak akan ada penyesuaian harga untuk solar kualitas tinggi atau yang disebutnya BBM Pertadex. Meski begitu, ia akan terus memperhatikan dinamika fluktuasi harga minyak dunia yang berkembang dengan cepat untuk mengambil keputusan terbaik terkait ketersediaan pasokan maupun harga energi nasional.
