Polda Bali Beber Kasus Penculikan dan Mutilasi WNA Asal Ukraina, Motif Utama Masih Didalami

Kepolisian Bali menetapkan tujuh WNA sebagai tersangka penculikan dan mutilasi WNA Ukraina Igor Komarov.
Kepolisian Bali menetapkan tujuh WNA sebagai tersangka penculikan dan mutilasi WNA Ukraina Igor Komarov.
0 Komentar

“Untuk mengelabui petugas para tersangka menggunakan identitas palsu saat menyewa tempat tinggal dan kendaraan. Motif utama masih kita dalami,” lanjutnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes I Gede Adhi Mulyawarman mengungkapkan terdapat enam tempat kejadian perkara yang tersebar di empat wilayah, yakni Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar.

“Kami bagi menjadi klaster, ada di 6 TKP. Mulai dari persiapan sampai penemuan potongan tubuh. Dan 6 TKP ini mencakup 4 wilayah di Kabupaten Tabanan, Badung, Kota Denpasar dan terakhir potongan tubuh ada di Gianyar,” ujarnya.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Polisi juga menemukan bahwa para pelaku telah melakukan survei terhadap korban sejak akhir Januari 2026 dengan intensitas tinggi.

“Enam orang ini, mereka saling bergantian, satu hari itu bisa sampai empat kali (melakukan survei) itu selama beberapa hari. Jadi orang ini bergantian masing-masing, ada jamnya oleh si A, jamnya oleh si B, jamnya oleh si C,” ungkapnya.

Korban kemudian dibawa ke sebuah vila, sebelum akhirnya potongan tubuhnya ditemukan di sejumlah lokasi. Polisi menduga eksekusi dilakukan di wilayah Gianyar, meski bercak darah ditemukan di beberapa TKP.

“Hasil analisa dari forensik tentang kematian serta dari persesuaian antara GPS kendaraan, analisa IT dan beberapa bercak darah yang ditemukan, memang sementara patuh diduga adalah di TKP kelima yang di Gianyar tersebut. Namun demikian yang namanya eksekusi ini tempatnya beberapa tempat, karena masing-masing tempat juga ditemukan bercak darah,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, diketahui para tersangka telah melarikan diri ke luar negeri secara bertahap. Sementara itu, pelaku pembantu CBG berhasil ditangkap di Nusa Tenggara Barat pada Senin (23/2).

“Setelah dilaksanakan koordinasi dan sebagainya. Mereka sudah ada di luar negeri. Untuk DPO-nya ada 6 orang, karena yang satunya sudah di imigrasi dari 6 orang ini teridentifikasi dari 4 negara,” jelasnya.

Polisi juga mengungkap peran CBG yang membantu menyewakan kendaraan menggunakan paspor palsu.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Berdasarkan komunikasi kita dengan imigrasi atau Hubinter Polri memang secara bertahap mereka keluar atau kabur dari Bali untuk menuju luar negeri. Setelah melaksanakan koordinasi dengan interpol dunia kita telah mengetahui dimana posisi-posisi sementara diduga akhir dari para enam buronan tersebut,” ujarnya.

0 Komentar