Data resmi menunjukkan, sedikitnya 13 personel militer AS tewas dan lebih dari 300 lainnya luka-luka sejak konflik pecah akhir Februari lalu.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mencoba meredam kekhawatiran dengan menyatakan bahwa perang dengan Iran tidak akan menjadi konflik berkepanjangan. Menurutnya, target-target strategis AS dapat dicapai tanpa harus melakukan pendudukan darat yang lama.
Kini, bola panas berada di meja Trump: apakah akan mengambil opsi serangan kilat atau tetap memegang janjinya untuk tidak mengirim pasukan ke medan perang baru.
