Massa Demo 'No Kings' di Sejumlah Kota Amerika Serikat Anti Trump

Para demonstran berkumpul di depan Monumen Lincoln selama protes \
Para demonstran berkumpul di depan Monumen Lincoln selama protes "No Kings" di Washington pada hari Sabtu, 28 Maret 2026. (Foto: José Luis Magaña/AP)
0 Komentar

Protes kedua, pada bulan Oktober, menarik sekitar tujuh juta demonstran. Menurut penyelenggara, acara hari Sabtu lalu diikuti oleh satu juta peserta lagi dan 600 demonstrasi tambahan.

Ricuh Pendukung Trump dengan Massa Demo ‘No Kings’

Sekitar 50 orang pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat adu mulut dengan para demonstran ‘No Kings’ di West Palm Beach, Florida. Polisi kemudian mencoba memisahkan massa.

Dilansir CNN dan AFP, Minggu (29/3/2026), para demonstran ‘No Kings’ memprotes perang, kenaikan harga makanan dan bensin, serta isu-isu lainnya di berbagai wilayah AS. Saat demonstrasi masih berlangsung, pendukung Trump mendadak muncul dan berdebat dengan para demonstran.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Beberapa datang dengan megafon untuk menyiarkan pesan pro-Trump. Beberapa pendukung lain datang dengan mikrofon dan mengibarkan topi, kaos, dan bendera ‘Proud Boys’. Petugas polisi terlihat meredakan situasi.

Kerumunan besar demonstran telah berkumpul di berbagai wilayah AS pada Sabtu (28/3) waktu setempat untuk menentang Trump. Mereka melampiaskan kemarahan atas apa yang mereka anggap sebagai gaya pemerintahan otoriter, kebijakan imigrasi garis keras Trump, dan perang dengan Iran.

Penyelenggara mengatakan ‘setidaknya 8 juta orang berkumpul hari ini di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian’. Otoritas AS tidak memberikan perkiraan jumlah massa nasional.

Polisi Lepaskan Gas Air Mata

Polisi mengeluarkan perintah pembubaran dan melakukan penangkapan beberapa jam setelah ribuan orang berkumpul untuk demonstrasi besar-besaran ‘No Kings’ di pusat kota Los Angeles (LA), Amerika Serikat. Polisi juga sempat menggunakan gas air mata.

Dilansir NBC dan Associated Press, Minggu (29/3/2026), Departemen Kepolisian Los Angeles berada dalam Siaga Taktis pada Sabtu (28/3) malam. Polisi setempat memblokir jalan dan menangkap orang-orang yang menolak untuk bubar.

Setelah unjuk rasa dan pawai damai berakhir, kekacauan terjadi di luar Pusat Penahanan Federal. Lokasi ini merupakan tempat banyak bentrokan antara pengunjuk rasa dan agen federal terjadi sejak dimulainya penindakan imigrasi pemerintahan Trump tahun lalu.

Untuk mengantisipasi kerumunan, kru Caltrans pada Jumat (27/3) telah memasang gerbang keamanan di sepanjang jalan masuk dan keluar menuju Jalan Tol 101 di pusat kota. Selama protes ‘No Kings’ sebelumnya di pusat kota Los Angeles, beberapa peserta pindah ke jalur jalan tol dan memblokir lalu lintas.

0 Komentar