Berdasarkan laporan dua sumber yang memahami pergerakan ini kepada Reuters, jumlah pasukan pemukul yang akan dikirim berkisar antara 3.000 hingga 4.000 prajurit. Pasukan yang bermarkas di Fort Bragg, North Carolina ini bukanlah prajurit sembarangan. Mereka adalah pasukan lintas udara spesialis serangan terjun payung yang memegang rekor mampu dikerahkan penuh ke belahan dunia mana pun hanya dalam waktu 18 jam setelah perintah keluar.
Pengerahan ‘pasukan reaksi cepat’ ini dinilai para analis militer akan memperluas opsi strategis bagi Pentagon, termasuk potensi menyusupkan pasukan ke dalam wilayah Iran guna melumpuhkan situs-situs strategis.
Kendati demikian, sumber tersebut buru-buru menegaskan bahwa hingga detik ini belum ada keputusan final dari meja Presiden Donald Trump mengenai rencana penerjunan pasukan elite tersebut ke dalam wilayah Iran. Langkah pengiriman ribuan pasukan terjun payung ini disebut baru sebatas membangun kapasitas dan kesiapan untuk potensi operasi militer skala besar di masa depan.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Kini, dengan terkonsentrasinya jutaan pasukan di kedua belah pihak, Timur Tengah layaknya sebuah gudang mesiu raksasa yang hanya tinggal menunggu satu letupan kecil untuk meledakkan perang dunia baru.
