ESKALASI konflik di Timur Tengah kini benar-benar berada di titik didih yang sangat mengerikan. Menghadapi ancaman gertakan militer Amerika Serikat (AS), Iran secara resmi mengumumkan kesiapan penuh militernya dengan menyiagakan satu juta kombatan bersenjata untuk menghadapi kemungkinan pecahnya perang darat.
Langkah kolosal ini diambil Teheran di tengah derasnya spekulasi mengenai potensi invasi darat oleh militer Paman Sam ke wilayah kedaulatan mereka. Mengutip laporan kantor berita Tasnim, sumber militer senior Iran bahkan tanpa ragu mengejek rencana invasi darat oleh AS tersebut sebagai sebuah ‘kesalahan historis’.
Dikutip dari Middle East Monitor pada Jumat (27/3/2026), sumber militer tersebut mengeklaim bahwa seluruh matra pasukan Iran justru menyambut konfrontasi fisik ini dengan moral dan semangat tempur yang sangat tinggi. Mereka bahkan sesumbar siap menciptakan ‘neraka bersejarah’ bagi tentara Amerika jika nekat menginjakkan kaki di tanah Iran.
Amankan Jalur Minyak dan Ledakan Relawan Basij
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Fokus pertahanan Iran saat ini terbagi merata, namun titik paling krusial berada di Pulau Kharg. Pulau ini merupakan urat nadi ekonomi Teheran karena menjadi pintu gerbang ekspor bagi hampir 90 persen minyak mentah negara para mullah tersebut.
Selain satu juta personel militer reguler yang telah disiagakan di garis depan, gelombang nasionalisme dilaporkan tengah menyapu pemuda-pemuda Iran. Terjadi lonjakan pendaftaran yang sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pusat-pusat perekrutan militer dipadati para pemuda yang dengan sukarela mendaftarkan diri untuk bergabung dengan paramiliter Basij, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), maupun tentara reguler.
Sumber militer yang sama juga mengirimkan pesan sangat keras terkait jalur logistik laut internasional. Ia menegaskan bahwa setiap upaya sepihak Amerika Serikat untuk membuka Selat Hormuz secara paksa adalah sebuah ‘tindakan bunuh diri’. Iran menyatakan komitmennya tidak akan bergeser sejengkal pun untuk tetap menjaga Selat Hormuz dalam kondisi tertutup.
Amerika Serikat Kirim Pasukan Elite Tercepat Dunia
Di kubu seberang, Washington juga tidak tinggal diam dan terus menambah taji militernya. Departemen Pertahanan AS atau Pentagon dilaporkan bakal segera mengirimkan ribuan personel militer dari pasukan elite Divisi Lintas Udara ke-82 (82nd Airborne Division) Angkatan Darat ke wilayah Timur Tengah.
