Satu Bulan Perang Amerika Serikat-Israel-Iran: Sejumlah Fakta Trump Plintat-Plintut

Donald Trump (Reuters)
Donald Trump (Reuters)
0 Komentar

MEMASUKI genap satu bulan perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Presiden AS Donald Trump berkali-kali menyampaikan pernyataan yang terdengar tegas, meyakinkan, bahkan seperti menandakan perang sudah akan berakhir.

Dalam beberapa kesempatan, Trump sempat menyebut perang nyaris selesai dan menggambarkan Iran seolah sudah kehilangan banyak kemampuan militernya. Namun menjelang satu bulan perang, nada bicaranya berubah. Dari yang semula penuh ancaman, Trump mulai menonjolkan optimisme bahwa jalur damai dan negosiasi mulai terbuka.

Masalahnya, sejumlah klaim tersebut tidak sepenuhnya sejalan sesuai dengan realitas di lapangan. Perang belum benar-benar berhenti, tekanan Iran belum hilang, Selat Hormuz masih menjadi sumber gangguan bagi jalur energi global, dan pembicaraan yang disebut mulai menjanjikan justru dibantah oleh Teheran. Dengan kondisi inilah jarak antara omongan Trump dan kenyataan perang mulai terlihat jelas.

Trump Sebut Iran Sudah Lemah, Faktanya Masih Bisa Melawan

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Pernyataan ini muncul lebih dulu pada 9 Maret 2026 dalam wawancara dengan sebuah media luar. Saat itu Trump menggambarkan Iran seperti lawan yang hampir habis tenaga.

“Mereka sudah tidak punya angkatan laut, tidak punya komunikasi, dan tidak punya angkatan udara.” Ujar Trump.

Kalau hanya melihat ucapan itu, kita bisa menangkap kesan bahwa Iran praktis sudah tidak sanggup lagi memberi perlawanan berarti.

Namun yang terjadi sesudahnya justru menunjukkan hal berbeda. Iran masih mampu melakukan serangan balasan, konflik tetap melebar, dan kemampuan Teheran untuk menekan Timur Tengah belum benar-benar hilang.

Trump Klaim Menang, Tetapi Perang Masih Berlanjut

Dua hari setelah itu, tepatnya pada Rabu (11/3/2026), Trump tampil dalam sebuah rally di Hebron, Kentucky dan melontarkan klaim kemenangan.

“Anda memang tidak pernah ingin terlalu cepat mengatakan sudah menang. Kita menang.” Ucap Trump.

Ucapan ini terdengar seperti pernyataan penutup, seolah perang sudah tinggal menunggu formalitas akhir.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Tetapi, dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengatakan, “Kita tidak ingin pergi terlalu cepat, kan? Kita harus menuntaskan pekerjaan ini.”

Dari sini saja sudah tampak adanya perbedaan. Di satu sisi ia mengklaim kemenangan, tetapi di sisi lain ia juga mengakui operasi belum selesai.

0 Komentar