Politisasi Pemecatan Berbasis Balas Dendam Era Trump, Komunitas Intelijen Amerika Serikat Terguncang

Operasi Rahasia CIA
Operasi Rahasia CIA
0 Komentar

Banyak di antaranya pensiun lebih cepat dari perkiraan atau meninggalkan jabatan karena konflik dengan kebijakan administrasi.

Pada Maret 2025, AS juga dikejutkan dengan persoalan intelijen.

Hakim Distrik AS Anthony Trenga telah memblokir upaya pemerintahan Donald Trump untuk memecat pegawai badan intelijen yang sebelumnya bekerja pada program DEI (diversity, equity, inclusion).

Trenga mengeluarkan perintah sementara yang mewajibkan para pegawai terdampak di Central Intelligence Agency dan Office of the Director of National Intelligence tetap menerima gaji selama mereka mengajukan banding atas pemecatan dan mencari penugasan baru di lembaga masing-masing.

Di luar CIA, Trump memang kerap memecat pejabat.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Peristiwa pemecatan era Trump 2.0 paling heboh adalah pada 24 Januari 2025 atau hanya empat hari setelah da dilantik.

Pada malam Jumat, 24 Januari 2025, Trump memicu kontroversi besar dengan memecat sekitar 17 Inspektur Jenderal (IG) dari berbagai lembaga federal dalam langkah yang dijuluki “Friday night purge” atau “Friday night coup”.

Pemecatan dilakukan mendadak melalui email, tanpa pemberitahuan 30 hari sebelumnya kepada Kongres, serta tanpa alasan substansial – pelanggaran terhadap Inspector General Act 1978 dan amendemennya tahun 2022. Alasan resmi yang diberikan hanya “changing priorities” tanpa penjelasan lebih lanjut.

0 Komentar