Masalah kedua adalah agenda balas dendam Trump. Administrasinya memecat banyak pejabat intelijen tanpa alasan selain keterlibatan mereka dalam penyelidikan terkait Trump, seperti dugaan campur tangan Rusia. Tahun lalu, satu pejabat senior Rusia di CIA dan kepala ilmuwan data NSA (badan yang menangani intelijen sinyal) dipecat.
Banyak pejabat senior CIA pensiun lebih cepat dari perkiraan, sementara bawahan mereka meninggalkan jabatan dengan tingkat tinggi.
The Economist mencatat bahwa dua pejabat di Americas Mission Centre, asisten direktur dan wakil asisten direktur, baru-baru ini keluar, tak lama setelah serangan Trump terhadap kapal narkoba di Karibia dan Pasifik.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Ini adalah kampanye yang melibatkan CIA dan dianggap banyak pihak ilegal.
“Setiap dugaan bahwa mereka pensiun karena berselisih dengan kebijakan administrasi sama sekali tidak benar,” ujar seorang pejabat.
Masalah ketiga adalah intelijen kini dianggap kurang penting.
Saat ditanya apakah Trump menerima briefing intelijen harian seperti presiden-presiden sebelumnya, Ratcliffe mengelak dan mengatakan justru Trump dibbriefing 10-15 kali per minggu.
Banyak analis CIA frustrasi, bukan hanya karena pekerjaan mereka bisa dipelintir, tetapi juga karena minimnya permintaan untuk intelijen tersebut.
Penekanan publik John Ratcliffe (direktur CIA Ratcliffe) lebih pada pengumpulan intelijen sebagai inti bisnis CIA, ketimbang analisis objektif atas apa yang dikumpulkan juga dianggap beberapa analis sebagai penghinaan.
Namun ini tidak berarti para operations officer yakni mata-mata di lapangan yang merekrut agen dan menjalankan misi menjadi senang.
Banyak yang mungkin senang bisa ditempatkan di Caracas dan Teheran.
“Tahun ini CIA diproyeksikan merekrut dan menempatkan lebih banyak petugas daripada 25 tahun terakhir,” ujar Ratcliffe.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Namun, banyak petugas masih kesal dengan reformasi yang diluncurkan John Brennan (CIA 2013-2017 di era Barack Obama), yang mencampur operations officer dengan analis dalam 11 “mission centre” baru.
Banyak pejabat senior terdorong keluar. Perubahan ini secara drastis mengurangi kekuatan directorate of operations dan menciptakan birokrasi top-down yang lebih mudah dikendalikan Trump.
Beberapa direktur CIA berjanji membalikkan reformasi, tapi gagal.
Selama era Trump (2017-2021), puluhan pejabat senior dan menengah CIA mengundurkan diri atau dipaksa keluar.Sumber menyebut lebih dari 50 pejabat CIA terpengaruh langsung oleh kebijakan balas dendam atau restrukturisasi Trump, termasuk beberapa pejabat senior seperti kepala ilmuwan data NSA dan pejabat di Americas Mission Centre.
