Mantan Perdana Menteri Nepal Ditangkap Terkait Kematian Sejumlah Demonstran September 2025

KP Sharma Oli mantan Perdana Menteri Nepal memberi isyarat saat dibawa ke rumah sakit dari Kantor Polisi Distr
KP Sharma Oli mantan Perdana Menteri Nepal memberi isyarat saat dibawa ke rumah sakit dari Kantor Polisi Distrik setelah ditahan oleh polisi di Kathmandu pada 28 Maret 2026. (Foto: Reuters)
0 Komentar

OTORITAS Nepal pada Sabtu (28/3) menangkap mantan Perdana Menteri (PM) K. P. Sharma Oli dan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ramesh Lekhak atas dugaan kelalaian pidana terkait kematian sejumlah demonstran muda pada September 2025.

“Janji tetaplah janji. Tak ada yang kebal hukum,” tulis Menteri Dalam Negeri Sudan Gurung di Facebook dilansir Antara dari Anadolu.

“Mantan perdana menteri dan mantan menteri dalam negeri telah ditangkap,” sambungnya.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Gurung, yang terlibat dalam aksi protes massal tersebut, mengatakan penangkapan itu bukan bentuk balas dendam.

“Ini baru awal dari keadilan. Saya berharap negara ini akan bergerak ke arah baru,” ujarnya.

Oli merupakan ketua Partai Komunis Unified Marxist Leninist (UML), sementara Lekhak adalah pemimpin senior Nepali Congress.

Puluhan polisi dikerahkan ke kediaman Oli di Bhaktapur setelah rapat kabinet pada Jumat memutuskan untuk menindaklanjuti laporan Komisi Yudisial terkait protes Gen Z tahun lalu.

Komisi yang dipimpin Gauri Bahadur Karki merekomendasikan penyelidikan terhadap Oli, Lekhak, dan Kepala Kepolisian Chandra Kuber Khapung atas dugaan kelalaian pidana dan kematian demonstran.

Sejumlah pendukung UML bentrok dengan polisi di luar kediaman Oli, tetapi aparat berhasil membubarkan massa di gerbang utama lalu menangkap mantan PM yang digulingkan itu.

Rapat kabinet juga memutuskan melaksanakan rekomendasi itu dan membentuk komite kajian atas pejabat keamanan yang diduga terlibat penembakan, setelah penunjukan Balendra Shah sebagai PM.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Para pemimpin UML dan Nepali Congress menilai laporan tersebut tidak lengkap dan bias.

UML menggelar rapat darurat untuk membahas situasi tersebut dan diperkirakan akan mengumumkan aksi protes.

“Ini adalah bentuk prasangka dan balas dendam terhadap kami,” kata Sekretaris UML Mahesh Basnet, seraya mendesak kader partai untuk turun ke jalan.

Sedikitnya 25 demonstran, sebagian besar anak muda, tewas dan 700 lainnya terluka pada September lalu saat protes meluas setelah pelarangan sejumlah media sosial.

0 Komentar