Kapolri Ungkap Adanya Penurunan Kecelakaan hingga 7,8 Persen Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Ilustrasi rekayasa lalu lintas one way (Foto: Jasa Marga)
Ilustrasi rekayasa lalu lintas one way (Foto: Jasa Marga)
0 Komentar

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap adanya penurunan tingkat kecelakaan hingga 7,8 persen selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Angka penurunan tersebut disimpulkan setelah dibandingkan dengan data tahun 2025.

Sigit mengatakan, penurunan angka kecelakaan terjadi meski adanya peningkatan jumlah pemudik hingga 20,49 persen atau mencapai 2,9 juta masyarakat jika dibandingkan tahun lalu.

“Tentunya saya juga berterima kasih kepada masyarakat dan juga seluruh anggota yang tahun ini bisa menjaga agar angka kecelakaan, khususnya terkait dengan fatalitas, ini bisa kita kurangi,” ujar Sigit kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Menurut Sigit, jumlah kasus kecelakaan yang berujung korban jiwa juga menurun hingga 112 kasus. Meski terjadi penurunan kasus kecelakaan, namun jumlah korban jiwa mencapai 265 orang.

Dia pun mengimbau seluruh masyarakat agar dapat memastikan kondisi fisik dan kendaraan selama arus balik kedua. Sigit mengingatkan agar masyarakat yang sudah lelah akibat perjalanan jauh untuk tidak memaksakan diri dan dapat beristirahat di tempat yang disediakan.

“Utamanya yang masih menempuh perjalanan cukup jauh, agar betul-betul hati-hati. Rest area, buffer zone, sudah disiapkan oleh pemerintah, manfaatkan dengan baik. Sehingga pada saat kondisi kembali pulih, kembali fit, silakan melanjutkan perjalanan sehingga semuanya betul-betul bisa sampai tujuan dengan selamat,” tutur Sigit.

Lebih lanjut Sigit mengatakan, sampai pagi tadi, jumlah kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta mencapai 2,5 juta kendaraan. Sedangkan 13 persen dari jumlah pemudik atau 385 ribu, masih belum kembali.

“Artinya secara umum kita melihat bahwa puncak arus balik sudah kita lewati dan tinggal 13,07 persen agi yang harus kita hadapi. Mudah-mudahan ini semua bisa terus kita jaga dan kelola sehingga masyarakat yang mudik dan balik bisa menikmati perjalanan dan sampai di rumah dengan selamat,” ucap Sigit.

0 Komentar