Doa Hegseth juga dipanjatkan beberapa minggu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari di tengah pembicaraan mengenai program nuklir.
Perang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, menewaskan ribuan orang dan memukul perekonomian global dengan melonjaknya harga energi, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global.
Agresi ke Iran belakangan memang dibungkus dengan sentimen-sentimen keagamaan oleh pejabat-pejabat AS. Newsweek melaporkan, beberapa pemimpin militer AS mengatakan kepada pasukannya bahwa perang Iran adalah bagian dari “rencana Tuhan” yang menampilkan Presiden Donald Trump dan Yesus, menurut kelompok advokasi kebebasan beragama.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Mikey Weinstein, pendiri dan presiden Yayasan Kebebasan Beragama Militer, mengatakan bahwa kelompok nirlaba tersebut telah menerima lebih dari 200 pengaduan dari sekitar 50 instalasi militer sejak hari Sabtu yang melibatkan laporan dari para komandan AS yang mengaitkan agama Kristen dengan perang yang “disetujui secara alkitabiah” di Iran.
“Pagi ini komandan kami membuka pengarahan status kesiapan tempur dengan mendesak kami untuk tidak ‘takut’ mengenai apa yang terjadi dengan operasi tempur kami di Iran saat ini,” salah satu keluhan berbunyi.
“Dia mendesak kita untuk memberi tahu pasukan kita bahwa ini adalah ‘semua bagian dari rencana ilahi Tuhan’ dan dia secara khusus merujuk pada banyak kutipan dari Kitab Wahyu yang mengacu pada Armageddon dan kedatangan Yesus Kristus yang akan segera terjadi. Dia mengatakan bahwa ‘Presiden Trump telah diurapi oleh Yesus untuk menyalakan api sinyal di Iran untuk menyebabkan Armagedon dan menandai kembalinya dia ke Bumi.’”
Weinstein, mantan perwira Angkatan Udara, mengatakan keluhan tersebut mewakili “euforia tak terbatas” dari beberapa komandan militer AS yang percaya bahwa konflik yang sedang berlangsung di Iran mewakili fundamentalisme Kristen seperti yang dijelaskan dalam Kitab Wahyu Perjanjian Baru. “Ini adalah ancaman keamanan nasional—bukan hanya bagi negara kita, tapi juga bagi dunia,” kata Weinstein kepada Newsweek.
Sementara sejak serangan ke Iran, retorika Islamofobia juga marak di kalangan politikus Partai Republik pendukung Trump. “Musuh ada di dalam gerbang,” tulis Senator Partai Republik Alabama Tommy Tuberville, yang menyandingkan gambar serangan teror 11 September dengan foto Walikota New York Zohran Mamdani di X.
![Menteri Pertahanan Pete Hegseth Serukan 'Tindakan Kekerasan Luar Biasa' Saat Kebaktian di Pentagon Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth. [Foto: Ist]](https://assets.delik.tv/main/2025/01/IMG_1300-1200x675.webp)