Sementara itu, sekitar 40 persen kapasitas ekspor minyak Rusia dilaporkan terhenti akibat serangan drone Ukraina, sengketa pada pipa utama, serta penyitaan kapal tanker, berdasarkan perhitungan Reuters dari data pasar.
Namun, dari sisi lain, lonjakan persediaan minyak mentah AS menjadi faktor penahan kenaikan harga. Stok minyak AS naik 6,9 juta barel menjadi 456,2 juta barel per 20 Maret 2026—level tertinggi sejak Juni 2024. Angka ini jauh melampaui ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan hanya 477 ribu barel.
