Pakistan Perantara Pesan Antara Amerika Serikat-Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Senator Ishaq Dar. (APP)
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Senator Ishaq Dar. (APP)
0 Komentar

PAKISTAN memastikan peran langsungnya dalam menyampaikan pesan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

“Telah beredar spekulasi yang tidak perlu di media mengenai perundingan perdamaian untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di platform X.

“Pada kenyataannya, pembicaraan tidak langsung AS dan Iran berlangsung melalui pesan yang disampaikan Pakistan,” kata Dar dilansir Antara dari Anadolu, Kamis, 26 Maret.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Dia mengonfirmasi AS telah menyampaikan rencana 15 poin yang sedang dipertimbangkan Iran.

Pernyataan itu muncul ketika sumber-sumber di Islamabad mengatakan pekan ini sangat penting bagi kemungkinan munculnya terobosan dalam pembicaraan AS-Iran.

Mereka juga mengatakan Pakistan memperkirakan delegasi AS akan datang, tetapi Iran masih bersikap hati-hati karena kurangnya kepercayaan.

Dar juga memuji peran Turki dan Mesir, serta pihak lain, yang memberikan dukungan terhadap inisiatif tersebut.

“Pakistan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan terus melakukan segala upaya untuk memastikan stabilitas di kawasan dan sekitarnya,” kata Dar.

“Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan,” katanya.

Timur Tengah berada dalam status siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangandronedan rudal yang menargetkan Israel, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Serangan tersebut menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

0 Komentar