Lawrence Wong: China Pegang Peran Penting Bentuk Tatanan Global

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (ST)
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (ST)
0 Komentar

PERDANA Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menilai China akan memegang peran penting dalam membentuk tatanan global yang lebih tangguh di tengah dunia yang makin tidak menentu.

The Straits Times dikutip Kamis, 26 Maret melaporkan, PM Wong melihat bobot ekonomi dan kapasitas China yang terus membesar membuat negara itu tak lagi sekadar pemain utama kawasan, tetapi juga penentu arah baru kerja sama global.

China, menurut PM, sudah berkontribusi pada pembangunan dan gagasan global melalui inisiatif seperti Asian Infrastructure Investment Bank serta Belt and Road Initiative, dan juga membantu menetapkan aturan baru di bidang-bidang yang sedang tumbuh seperti kecerdasan buatan untuk perdagangan.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Singapura percaya China dapat memainkan peran yang lebih besar lagi dalam mendukung kemakmuran dan stabilitas kawasan,” kata PM Wong seperti dikutip dari The Straits Times.

Berbicara dalam sidang pleno pembukaan Forum Boao untuk Asia di Hainan, 26 Maret, PM Wong mengatakan dunia kini menghadapi tekanan berat akibat perang, rivalitas geopolitik, dan melemahnya multilateralisme. Menurutnya, kondisi itu mulai merusak lembaga dan norma yang selama ini menopang sistem global.

Perang di Ukraina dan konflik Timur Tengah, kata PM Wong, telah mendorong harga pangan dan energi, mengganggu rantai pasok, serta menaikkan risiko perlambatan ekonomi dunia. Ia menegaskan, ketika aturan mulai digantikan oleh kekuatan, tidak ada negara yang benar-benar aman, baik besar maupun kecil.

Dalam situasi seperti itu, PM Wong menilai kerja sama multilateral tradisional makin sulit dicapai. Karena itu, negara-negara perlu mencari jalur yang lebih lentur. Salah satunya melalui pengaturan plurilateral, yakni kerja sama antarkelompok kecil negara yang memiliki kepentingan sejalan dan bisa bergerak lebih cepat untuk menguji gagasan, menetapkan standar, serta menghasilkan hasil nyata.

Ia menyebut RCEP, CPTPP, dan DEPA sebagai contoh kerja sama antarnegara. RCEP atau Regional Comprehensive Economic Partnership merupakan kemitraan dagang besar di Asia-Pasifik. CPTPP, atau Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership, adalah perjanjian dagang lintas Pasifik berstandar tinggi. Sementara DEPA, atau Digital Economy Partnership Agreement, berfokus pada kerja sama ekonomi digital.

0 Komentar