PERDANA Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim membahas dampak konflik Timur Tengah yang mulai menekan pasokan minyak dan ekonomi kawasan. The Straits Times dikutip Kamis, 26 Maret melaporkan, keduanya sepakat menjaga stabilitas regional di tengah risiko eskalasi yang terus membesar.
Pembicaraan itu berlangsung pada 25 Maret, di saat gangguan pasokan energi global kian terasa. Dalam unggahan Facebook pada 26 Maret, PM Wong mengatakan ia dan PM Anwar bertukar pandangan soal ancaman eskalasi, dampaknya terhadap pasokan minyak dunia, serta langkah yang bisa ditempuh untuk melindungi penghidupan masyarakat dan menjaga stabilitas kawasan, baik secara bilateral maupun lewat ASEAN.
Percakapan itu terjadi tak lama setelah Wong tiba di China untuk menghadiri Forum Boao untuk Asia di Hainan. Wong juga menegaskan Singapura dan Malaysia akan terus bekerja sama erat dalam isu-isu penting bagi kedua negara bertetangga.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan menewaskan sejumlah pemimpin penting negara itu, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Serangan itu dibalas Teheran di kawasan Teluk.
Perang itu nyaris menghentikan pengiriman sekitar seperlima minyak dunia dan gas alam cair yang melintasi Selat Hormuz, setelah Iran menutup sebagian jalur tersebut. Dampaknya langsung terasa pada pasokan energi global.
PM Anwar, dalam unggahan terpisah di Facebook, mengatakan ia dan Wong sama-sama menyampaikan keprihatinan mendalam atas penutupan Selat Hormuz dan berlanjutnya serangan terhadap infrastruktur penting. Menurut Anwar Ibrahim, situasi itu berisiko mengganggu pasar minyak dunia dan melemahkan keamanan energi kawasan.
Anwar menegaskan, ia dan Wong sepakat sengketa harus diselesaikan melalui dialog dan diplomasi. Malaysia, kata Anwar Ibrahim, juga mendukung seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan gencatan senjata dan siap mendukung upaya meredakan ketegangan serta memulihkan perdamaian, keadilan, dan stabilitas.
