Iran Terapkan Biaya Bagi Kapal-Kapal Tanker yang Ingin Melintas di Selat Hormuz

Selat Hormuz
Selat Hormuz
0 Komentar

IRAN dilaporkan telah menerapkan biaya melintas Selat Hormuz bagi kapal-kapal tanker yang ingin melewatinya dengan aman. Hal ini menempatkan para pelaku bisnis pada situasi yang serba sulit.

Menukil The Independent, surat kabar tertua di Inggris, yakni baru saja mengeluarkan laporan bahwa Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menerapkan biaya melintas Selat Hormuz secara de facto.

Kapal-kapal yang hendak melintas diwajibkan menyerahkan dokumentasi lengkap demi mendapatkan kode izin, dan bersedia melintas koridor terkontrol dengan pengawalan IRGC.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Setiap kapal yang akan melintas disebut perlu menghubungi perantara yang punya koneksi dengan IRGC. Setelah itu, kapal diwajibkan menyerahkan nomor identifikasi, rantai kepemilikan, manifes kargo, tujuan, dan daftar awak kapal.

Informasi itu kemudian akan diteruskan ke Komando Angkatan Laut IRGC Provinsi Hormozgan dan kapal akan diperiksa. Jika izin dikeluarkan, IRGC akan memberi kode izin dan instruksi rute, serta kapal pandu yang akan mengarahkan kapal tanker melalui perairan Iran di sekitar Larak.

Sebanyak 26 kapal dilaporkan telah melintas melalui rute yang dikendalikan IRGC sejak 13 Maret dan kemungkinan telah melintas dengan skema berbayar tersebut. Setidaknya, dua kapal telah terkonfirmasi membayar secara langsung dalam mata uang yuan.

Aturan ini belum memiliki landasan hukum di Iran, namun lembaga legislatif Iran dilaporkan tengah mengupayakan proses legislasi untuk mengesahkan skema biaya melintas Selat Hormuz.

Menurut anggota parlemen Iran Mohammadreza Rezaei Kouchi, langkah legislasi ini merupakan upaya “mengkodifikasi kedaulatan kendali, dan pengawasan Iran atas Selat Hormuz, sekaligus menciptakan sumber pendapatan” secara resmi.

“Kami menyediakan pengamanannya dan wajar jika kapal dan kapal tanker minyak membayar biaya tersebut,” kata Kouchi dalam pernyataannya untuk kantor berita Fars dan Tasnim.

Pekan ini, Iran mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa kapal-kapal “non-musuh” dapat diizinkan melintas Selat Hormuz. Namun, data yang tersedia menunjukkan bahwa lalu lintas selat tersebut tetap berada di tingkat yang jauh lebih rendah daripada lalu lintas sebelum perang.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut bahwa Teheran akan mengizinkan “negara-negara sahabat” seperti Pakistan, India, Irak, Cina, dan Rusia untuk menggunakan selat tersebut.

0 Komentar