Stabilitas Selat Hormuz dan Tekanan Ekonomi
Ekonomi menjadi faktor penentu. Iran saat ini hanya mengizinkan kapal yang bukan sekutu AS untuk melewati Selat Hormuz. Hal ini mencekik pendapatan negara-negara Teluk seperti UEA dan Kuwait. Meski Arab Saudi mengembangkan jalur pipa alternatif, kapasitasnya dianggap belum mencukupi untuk menggantikan jalur laut utama tersebut.
Kini, bola panas berada di tangan Donald Trump. Apakah ia akan memilih jalan deeskalasi demi janji kampanyenya untuk mengakhiri perang atau mengikuti desakan sekutu terdekatnya di Teluk untuk melakukan serangan darat (boots on the ground) guna menguasai infrastruktur energi Iran?
Satu hal yang pasti, stabilitas jangka panjang di Timur Tengah tetap berada di ujung tanduk, terlepas dari bagaimana konflik ini berakhir secara formal.
