Tapi ‘perang bodoh’ terhadap Iran itu, menurut Reuters menjadi salah satu penentu semakin merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap Trump yang kini tinggal 36 persen.
Survei Reuters mengatakan, perang Trump terhadap Iran hanya mendapatkan persetujuan dari 35 persen warga AS.
“Angka tersebut turun dari 37 persen dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan sebelumnya,” kata Reuters.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Jajak pendapat terbaru mengatakan, 61 persen warga AS tak setuju dengan keputusan Trump membawa AS dalam perang Israel terhadap Iran. Angka tersebut, pun meningkat dari 59 persen pada hasil jajak pendapat sebelumnya.
Reuters mengatakan, survei yang dilakukan awal serangan AS-Israel ke Iran, pada 28 Februari-1 Maret 2026, menemukan angka hanya 27 persen warga AS yang menyetujui perang dengan Teheran.
“43 persen tidak menyetujui, dan 29 persen tidak yakin,” kata Reuters.
Dan dalam survei yang sama, dikatakan 46 persen responden mengatakan perang AS dengan Iran akan membuat AS berada dalam situasi tak aman dalam jangka waktu yang panjang.
“Hanya 26 persen yang mengatakan, itu (perang dengan Iran) akan membuat AS menjadi negara yang lebih aman. Dan sisanya (28 persen) mengatakan itu (perang dengan Iran) tidak banyak berpengaruh,” kata Reuters.
