Hasil Survei Reuters: Angka Kepuasan Publik Amerika Serikat Terhadap Donald Trump Berada di Titik Terendah

Ilustrasi Google Gemini AI
Ilustrasi Google Gemini AI
0 Komentar

TINGKAT kepuasan publik warga Amerika Serikat (AS) terhadap Presiden Donald Trump menurun. Pelemahan ekonomi dari dampak ‘perang bodoh’ AS dengan Iran disebut sebagai salah satu faktor terkuat penurunan tingkat kepuasan terhadap Trump saat ini.

Jajak pendapat empat hari yang rampung dilakukan Reuters/Ipsos, pada Ahad (22/3/2026) menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Trump saat ini berada di angka 36 persen.

Reuters mengatakan, angka kepuasan publik terhadap Trump itu menurun empat persen dari jajak pendapat pekan sebelumnya yang menghasilkan angka 40 persen.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Tingkat approval ratting (kepuasan publik) Presiden Donald Trump berada di titik terendah sejak ia kembali ke Gedung Putih. Disebabkan oleh lonjakan harga bahan bakar dan ketidaksetujuan yang luas terhadap perang yang dilancarkannya terhadap Iran,” begitu menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dipublikasikan, Rabu (25/3/2026).

Dikatakan, pandangan warga AS terhadap Trump memburuk secara signifikan terkait kepemimpinan ekonomi dan biaya hidup. Sejak AS bersama Israel melancarkan agresinya terhadap Iran, kebutuhan biaya hidup, dan harga bensin dikatakan mengalami kemahalan rata-rata satu dolar per galonnya.

“Hanya 25 persen responden yang puas dalam penanganan Trump terhadap biaya hidup. Dan hanya 29 persen warga AS yang puas atas kepemimpinan ekonomi Trump,” kata Reuters.

Reuters mengatakan, posisi Trump dalam Partai Republik yang menyokongnya memang tetap kuat. Jajak pendapat mengatakan, satu dari lima anggota Partai Republik yang mengatakan tak puas dengan keseluruhan kinerja Trump.

“Sedikit berubah dari sekitar satu dari tujuh anggota Partai Republik pada jajak pendapat sebelumnya,” kata Reuters.

Namun persentase anggota Partai Republik yang tak puas atas kinerja Trump dalam masalah biaya hidup meningkat menjadi 34 persen dari semula 27 persen pada jajak pendapat sebelumnya.

Tingkat kepuasan publik terhadap Trump secara keseluruhan pada awal-awal kepemimpinannya yang kedua kalinya di Gedung Putih tercatat pada angka 47 persen. Namun terus tergerus sampai musim panas lalu di angka 40 persen.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Perang diharapkan dapat mengubah hal itu bagi seorang Trump yang menjabat presiden dengan janji untuk menghindari ‘perang bodoh’ terhadap Iran,” kata Reuters.

0 Komentar