Menurut Dalsaf, adiknya belakangan ini sedang gencar membongkar kasus dugaan korupsi di sektor pelabuhan, atau lebih tepatnya di PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II. “Jadi kami minta polisi juga mendalami itu,” kata Dalsaf.
Almarhum Ermanto sebelumnya sempat menjadi narasumber dalam siniar Madilog. Dalam salah satu episode siniar itu, Ermanto mengungkap dugaan penyimpangan terkait perpanjangan kontrak JICT dengan perusahaan asal Hong Kong, Hutchinson Port Holding (HPH).
Dalsaf mengatakan, adiknya tersebut juga berencana untuk mengisi beberapa siniar lain untuk mengungkap kasus dugaan korupsi di sektor pelabuhan tersebut. “Dia memang dikenal gigih, aktivis antikorupsi lah bisa dibilang,” ujar Dalsaf kepada Tempo.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Namun, hasil pemeriksaan polisi menyimpulkan penganiayaan berujung tewas yang menimpa Ermanto tak terkait dengan kegiatan aktivisme yang dilakukan Ermanto sebelumnya. Polisi juga menanggapi kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa handphone yang dicuri oleh tersangka berisi data-data dugaan korupsi yang tengah ditelusuri oleh Ermanto sebelum dia wafat. Namun, polisi masih melakukan pemeriksaan forensik terhadap handphone tersebut untuk memastikannya lagi.
