“Saya berspekulasi bahwa rudal yang menyerang F-35 kemungkinan adalah rudal udara-ke-udara yang dimodifikasi menggunakan pencari target berbasis inframerah,” kata Yue.
Iran dilaporkan mengimpor rudal udara-ke-udara R-27T dari Rusia sekitar waktu ketika mereka memperoleh jet tempur MiG-29 pada 1990-an.
Rudal R-27T dikenal memiliki diameter sempit yakni 0,23 meter dan daya yang relatif rendah, tapi kecepatannya hingga sekitar Mach 5, melebihi banyak pesawat tempur siluman.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Menurut Yue, kemampuan siluman tinggi F-35 bisa menghindari deteksi radar elektromagnetik. Namun, kemampuan silumannya terhadap deteksi inframerah dari sistem sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR) lebih lemah, karena sistem ini mendeteksi panas dari pergerakan pesawat.
Song Zhongping, analis militer dan mantan instruktur PLA, sepakat bahwa Iran kemungkinan menggunakan EO/IR untuk mendeteksi F-35.
“Sulit bagi AS mendeteksinya, yang menjelaskan mengapa alat itu tidak dihancurkan dalam serangan sebelumnya. Selain itu, pesawat tersebut akan kesulitan mendeteksi bahwa ia sedang dilacak,” kata Song.
“Kemampuan F-35 untuk terdeteksi sangat rendah bukan berarti pesawat itu sama sekali tidak terdeteksi, itu cuma mitos … China punya radar elektro-optik yang lebih canggih dan sistem deteksi yang sangat lengkap untuk target siluman,” lanjutnya.
Menurut Yue, kurangnya keunggulan udara Iran kemungkinan telah mendorongnya memodifikasi rudal udara-ke-udara bertenaga roket berdetektor inframerah menjadi sistem anti-pesawat yang diluncurkan dari darat.
Seorang sumber militer Iran mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Tasnim bahwa serangan terhadap F-35 menggunakan sistem pertahanan udara canggih Teheran.
Ia mencatat bahwa AS dan Israel tak pernah tahu soal teknologi ini karena sibuk mempelajari sistem pertahanan udara negara-negara maju.
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
“Penargetan terhadap F-35 Amerika, yang sebelumnya diperkenalkan Amerika Serikat kepada dunia sebagai kebanggaan teknologi militernya, dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara Iran,” kata sumber yang tak ingin diidentifikasi tersebut.
