PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan tidak pernah menjanjikan akan membayar iuran US$ 1 miliar (sekitar Rp17 Triliun) untuk Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian—badan internasional besutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Prabowo, Indonesia hanya berkomitmen mengirimkan prajurit tentara ke Jalur Gaza melalui Pasukan Stabilisasi Internasional atau ISF di bawah komando Dewan Perdamaian.
Prabowo menjelaskan ini dalam sesi wawancara dengan sejumlah wartawan dan pakar, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Adapun sesi tanya jawab itu berlangsung pada Rabu malam, 18 Maret 2026, hingga Kamis dini hari, 19 Maret 2026.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Presiden Prabowo menegaskan, tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat ihwal keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.
“Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami mau ikut iuran US$ 1 miliar,” ucap Prabowo, dikutip dari video wawancara yang dibagikan Sekretariat Presiden pada Ahad, 22 Maret 2026.
Menurut Prabowo, hal ini bisa dilihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors atau pendonor awal yang dihelat di Washington D.C., pada 19 Februari lalu.
“Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Waktu ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tutur Prabowo.
Prabowo pun menegaskan, Indonesia siap menjadi bagian dari Dewan Perdamaian melalui kontribusi pasukan perdamaian, bukan dana. Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, komitmen Indonesia terhadap organisasi itu berupa pengiriman prajurit sesuai kebutuhan.
“Kami mengatakan, kami siap untuk pasukan perdamaian, berapa yang diminta,” ujar Prabowo.
