Mengapa Donald Trump Gemar Komentar Kontroversial, Salah Satunya Pernyataan Soal Wafatnya Eks Direktur FBI?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (RT)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (RT)
0 Komentar

Pola serupa berlanjut pada 2021 ketika mantan Menteri Luar Negeri Colin Powellmeninggal dunia. Trump merilis pernyataan yang menyoroti “kesalahan besar” Powell dan menyebutnya sebagai “RINO” (Republican In Name Only).

Trump juga membagikan ulang kritik terhadap keluarga Kennedy tak lama setelah wafatnya jurnalis lingkungan Tatiana Schlossberg, cucu Presiden John F. Kennedy, setelah didiagnosis menderita kanker otak stadium akhir.

Yang terbaru dan paling ekstrem, Trump sempat mengaitkan kematian sutradara Rob Reiner dengan istilah “Trump Derangement Syndrome,” sebuah ejekan sekaligus istilah yang kerap dipakai untuk menyindir kritik terhadap dirinya. Sikap Trump ini langsung menuai kritik tajam bahkan dari kalangan internal Partai Republik sendiri.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Sejumlah tokoh Partai Republik turut mengkritik pernyataan tersebut, menilai komentar Trump melampaui batas etika publik. Pernyataan terbarunya tentang Mueller pun dianggap sebagai eskalasi baru karena secara eksplisit merayakan kematian seseorang.

Sejumlah analis politik menilai bahwa perayaan eksplisit atas kematian Mueller ini menandai pergeseran dari sekadar komentar kasar menjadi ungkapan kebencian yang terang-terangan, yang berpotensi semakin memperdalam polarisasi di tengah masyarakat Amerika Serikat.

0 Komentar