PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu gelombang kontroversi setelah mengeluarkan pernyataan keras terkait wafatnya mantan Direktur FBI dan jaksa khusus, Robert Mueller.
Melalui unggahan di media sosial, Trump secara eksplisit menyatakan kegembiraannya atas meninggalnya tokoh yang pernah memimpin penyelidikan terkait intervensi Rusia dalam Pemilu 2016 tersebut.
“Robert Mueller baru saja meninggal. Bagus, saya senang dia mati. Dia tidak bisa lagi menyakiti orang-orang yang tidak bersalah!” tulis Trump tak lama setelah kabar duka tersebut tersiar pada Sabtu (21/3) waktu setempat.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Pernyataan ini dinilai sebagai titik nadir baru dalam retorika Trump yang selama ini dikenal kerap menyerang lawan-lawan politiknya, bahkan setelah mereka tiada. Mueller, yang menghabiskan masa tugasnya menyelidiki kampanye Trump, kini menambah daftar panjang tokoh publik yang menjadi sasaran komentar miring sang mantan presiden.
Rekam Jejak Komentar Kontroversial
Namun, komentar Trump terhadap Mueller bukanlah insiden pertama. Selama bertahun-tahun, Trump berulang kali melontarkan pernyataan kontroversial dan sikap tidak peka terhadap tokoh yang telah wafat, terutama mereka yang dianggap sebagai lawan politiknya.
Catatan CNN, Minggu (22/3), menunjukkan pola ini telah dimulai sejak masa jabatan pertamanya. Pada 2017, ia diduga memberikan komentar tidak simpatik kepada janda seorang tentara yang gugur, bahwa suaminya “tahu risiko pekerjaannya.”
Serangan serupa juga pernah dialami mendiang Senator John McCain pada 2019, di mana Trump terus melontarkan kritik meski McCain telah meninggal dunia setahun sebelumnya. Trump menyerang McCain dengan menyatakan dirinya “tidak pernah menyukai McCain,” bahkan mengulang kritik lama terhadap rekam jejak politiknya.
Pada 2019, Trump juga menyasar mendiang anggota Kongres John Dingell dengan komentar yang menyiratkan bahwa Dingell “melihat ke atas dari neraka.” Pernyataan ini memicu respons emosional dari istrinya, Debbie Dingell, yang menyebut komentar tersebut menyakitkan dan memperberat masa berkabungnya.
Serangan tanpa Henti
Tidak berhenti di situ, tokoh-tokoh besar seperti mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell hingga anggota keluarga Kennedy juga tak luput dari serangan digital Trump sesaat setelah mereka wafat.
