Jawaban Prabowo Soal Angka Realokasi dan Efisiensi APBN: We Are Working Very Hard

Presiden Prabowo Subianto (IST)
Presiden Prabowo Subianto (IST)
0 Komentar

PEMERINTAH telah melakukan realokasi belanja sekitar Rp800 triliun dalam postur APBN 2026 untuk menghadapi tekanan ekonomi akibat perang Iran ke depan. Tak hanya merombak belanja, terdapat pula efisiensi sekitar Rp81 triliun yang diperoleh dari penyisiran APBN.

Hal ini terungkap dalam diskusi Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah pakar dan jurnalis bertajuk “Prabowo Menjawab” di Hambalang.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo merespons pertanyaan mengenai upaya efisiensi anggaran pemerintah. Ia meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk menjelaskan angka realokasi dan efisiensi yang telah dilakukan.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

“Yang sudah Bapak alokasi kurang lebih hampir mendekati Rp800 triliun,” ujar Prasetyo, seperti dikutip dari siaran akun YouTube Prabowo Subianto.

Selain realokasi anggaran, pemerintah juga masih melakukan langkah efisiensi tambahan. Prasetyo mengungkapkan, dari upaya tersebut, pemerintah telah mengamankan sekitar Rp81 triliun di luar anggaran yang sudah direalokasi sebelumnya.

“Di luar itu, Bapak perintahkan untuk efisiensi kembali, kurang lebih sudah kami dapatkan sekitar Rp81 triliun,” kata Prasetyo.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja keras dalam menjaga ketahanan fiskal di tengah ketidakpastian global.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi potensi krisis akibat kondisi geopolitik.

“Saya punya menteri, saya punya tim cukup bagus, ya. Kita juga sudah ambil langkah-langkah, Mbak. Bukan kita tunggu krisis, kan? Kita antisipasi,” jelasnya.

“Jadi, we are working very hard,” ujar Prabowo.

0 Komentar