IRAN menembakkan rudal ke arah pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia pada Sabtu (21/3). Iran juga memperingatkan bahwa nyawa warga Inggris “dalam bahaya”.
Perlawanan ini dilakukan setelah Perdana Menteri Sir Keir Starmer mendukung AS untuk melakukan serangan lanjutan ke Iran.
Teheran menembakkan dua rudal balistik jarak menengah ke Diego Garcia di Kepulauan Chagos, yang berjarak sekitar 4.000 kilometer.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Menurut laporan Wall Street Journal dan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, rudal tidak ada yang mengenai sasaran.
Salah satu rudal berhasil ditembak jatuh oleh kapal perang AS, sementara yang lainnya gagal saat dalam penerbangan, tulis surat kabar tersebut, mengutip sejumlah pejabat, Sabtu (21/3).
Diego Garcia adalah bagian dari Kepulauan Chagos, berjarak sekitar 3.800 km (2.360 mil) dari Iran dan menjadi lokasi pangkalan udara yang mampu menampung pembom jarak jauh milik AS.
Para menteri memberikan izin kepada AS untuk menyerang lokasi rudal Iran yang menargetkan Selat Hormuz dari pangkalan Inggris, termasuk Diego Garcia, pada Jumat sore.
Sebelumnya, pangkalan Inggris hanya digunakan untuk menyerang target Iran yang mengancam sekutu dan kepentingan Inggris di negara-negara Teluk.
Iran bereaksi keras, dengan menteri luar negerinya, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya akan “menggunakan haknya untuk membela diri”.
Dalam unggahannya di X, ia mengatakan: “Sebagian besar rakyat Inggris tidak menginginkan keterlibatan dalam perang pilihan Israel-AS melawan Iran.
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
“Dengan mengabaikan rakyatnya sendiri, Tn. Starmer membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran. Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri,” tulis Araghchi.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan Inggris “seharusnya bertindak jauh lebih cepat” dalam memberikan izin kepada AS.
Pemerintah Inggris sebelumnya hanya memberikan izin kepada AS untuk tindakan yang bersifat “defensif”.
