KETUA DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, memberikan sinyal positif terkait wacana pertemuan susulan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Isyarat komunikasi politik ini muncul pascapertemuan hangat antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden di Istana Merdeka beberapa hari lalu.
Saat ditanya mengenai rencana pertemuan susulan, Puan menegaskan, “Insyaallah, secepatnya (bertemu lagi). Mohon maaf lahir batin ya, selamat Lebaran,” usai menghadiri acara halalbihalal di Gedung B DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Dalam kesempatan tersebut, Puan juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat muslim di Indonesia. “Minal aidin wal-faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Lebaran ya semuanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, suasana halalbihalal berlangsung akrab dan santai. Acara ini menjadi ajang silaturahmi hangat antara fungsionaris partai, keluarga, dan kolega.
“Suasananya aman saja, ramah tamah, santai. Kami melaksanakan Lebaran dengan sederhana bersama keluarga dan teman-teman,” tutup Puan.
Sementara, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, membeberkan suasana pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu berlangsung sangat cair.
Meski dalam agenda formal kenegaraan, Megawati menganggap momen tersebut sebagai ajang silaturahmi “teman lama” yang diisi dengan diskusi mendalam mengenai berbagai persoalan strategis bangsa.
“Pertemuannya berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan bangsa dan negara,” kata Hasto dalam konferensi pers di Gedung B DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Sabtu.
Kedua tokoh bangsa memanfaatkan pertemuan yang cukup lama untuk berdiskusi mendalam, tidak hanya bernostalgia tetapi juga membahas isu strategis nasional.
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
Hasto menekankan, bagi PDIP, pertemuan ini menjadi manifestasi jati diri bangsa yang mengedepankan dialog dan musyawarah. Ia menambahkan bahwa tradisi halalbihalal, yang kini menjadi budaya nasional, merupakan warisan ideologis dari Presiden pertama RI Soekarno.
Secara historis, istilah halalbihalal dicetuskan pada 1948 oleh Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah atas saran Bung Karno untuk mencairkan ketegangan politik nasional melalui momen Idul Fitri.
