PERTEMUAN Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri Kamis (19/3) di Istana Merdeka, Jakarta, dinilai membantah spekulasi keretakan hubungan keduanya yang sempat beredar di publik.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai pertemuan tersebut justru menunjukkan kedekatan dan harmoni di antara elite nasional.
“Itu lah yang memunculkan spekulasi bahwa hubungan Prabowo-Megawati retak dan persepsi itu terbantahkan hari ini. Prabowo-Megawati justru terlihat mesra,” ujar Iwan dalam keterangannya, Jumat (20/3).
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Ia mengatakan, keakraban yang ditampilkan kedua tokoh tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas politik nasional, terutama di tengah dinamika global yang tidak menentu.
“Hari ini kita melihat simbol bahwa para elite di negeri ini sangat harmonis, meski secara politik berdiri di tempat yang berbeda,” kata Iwan.
Menurutnya, pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga menumbuhkan optimisme bagi masa depan Indonesia.
“Pemandangan seperti yang ditunjukkan oleh dua tokoh besar bangsa tersebut membuat adem dan menebar optimisme untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.
Iwan menambahkan, dalam kondisi politik dan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kekompakan elite menjadi hal penting untuk menjaga arah bangsa.
“Apalagi antara Prabowo dan Ibu Mega merupakan representasi dua kekuatan politik penentu arah bangsa, yakni Gerindra dan PDIP. Secara politik, masyarakat bisa melihat fakta yang tidak terbantahkan bahwa Prabowo dan Megawati tidak memiliki konflik atau perselisihan,” jelasnya.
Ia juga menduga, pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk kondisi ekonomi dan politik luar negeri Indonesia.
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
“Saya kira konten pertemuannya membahas situasi ekonomi dan politik luar negeri Indonesia terkait meletusnya perang Iran vs Israel-Amerika dan mungkin juga soal dinamika politik nasional,” pungkasnya.
