Serangan-serangan tersebut menyebabkan lonjakan harga energi, dan Presiden AS, Donald Trump, kemudian menyatakan bahwa ia tidak mengetahui rencana tersebut sebelumnya.
Dampak dari peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa solid kesatuan Israel dan Amerika Serikat dalam tujuan perang mereka.
Soal Rencana Perang ke Depan
Dalam konpers tersebut, Netanyahu menyebut ia tidak akan berbicara tentang keseluruhan rencana pertempuran bersama Amerika Serikat.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
“Dan saya kira orang Amerika memahami ini dengan sangat baik karena kami adalah mitra sejat, bahwa yang perlu dilakukan adalah menciptakan jalur alternatif,” ujar Netanyahu.
Jalur alternatif yang dimaksud adalah, alih-alih melalui titik-titik sempit seperti Selat Hormuz dan Selat Bab-el-Mandeb untuk menjaga aliran minyak, Israel berencana membuat pipa minyak dan pipa gas yang mengarah ke barat melintasi Semenanjung Arab hingga ke Israel, sampai ke pelabuhan di Laut Mediterania.
“Dengan begitu, hambatan di titik-titik sempit tersebut bisa dihilangkan untuk selamanya. Itu sangat mungkin dilakukan,” katanya, dikutip Times of Israel.
Kondisi Iran Terkini
Soal serangan Israel di ladang gas, Iran menyatakan “tidak akan menahan diri sama sekali” jika infrastrukturnya diserang, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Jumat (20/3) di tengah eskalasi yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
“Kami memiliki informasi intelijen tentang rencana Israel untuk menyerang infrastruktur. Sekali lagi: Tidak akan ada pengekangan sama sekali jika infrastruktur kami diserang,” tulis Araghchi di akun media sosial X, sambil mengunggah video yang menampilkan pernyataan Presiden AS Donald Trump.
Rakyat Iran “adalah pria dan wanita yang berprinsip,” katanya, menambahkan: “Rakyat Iran tidak melakukan serangan mendadak terhadap musuh saat sedang berdialog. Hanya ketika diserang barulah kami merespons dengan kuat.”
Dalam video yang diunggah oleh Araghchi, Trump terlihat mengatakan bahwa dia percaya Iran akan menyerang AS berdasarkan informasi yang dia terima dari para pejabat tinggi AS.
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
“Jika kami tidak melakukan ini pada saat kami melakukannya, saya pikir mereka memang berniat menyerang kami,” tambah presiden AS itu.
Sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, permusuhan telah meningkat.
