Sistem One Way dari GT Cikatama-Kalikangkung Telah Berakhir

H-1 Lebaran 2026, arus mudik di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) terpantau mengalami penurunan signifikan pa
H-1 Lebaran 2026, arus mudik di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) terpantau mengalami penurunan signifikan pada Jumat (20/3/2026). (IST)
0 Komentar

PENERAPAN sistem arus satu arah (one way) dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama) menuju GT Kalikangkung, Kota Semarang, telah diakhiri pada Jumat (20/3/2026), pukul 14.00 WIB. Saat ini kepolisian dan personel dari instansi terkait tengah melakukan sterilisasi untuk membuka kembali arus dari GT Kalikangkung menuju GT Cikatama.

“One way nanti flag off jam 2 siang dari GT Kalikangkung oleh Pak Dirlantas (Polda Jateng). Namun aba-aba ini dari Korlantas Mabes Polri. Jadi one way nasional untuk arus mudik diakhiri jam 2 siang ini,” ungkap Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto.

Dia menerangkan, diakhirinya one way nasional dari GT Cikatama menuju GT Kalikangkung dilakukan karena jumlah kendaraan telah melandai. Pada Jumat, jumlah kendaraan yang melintas di GT Kalikangkung hanya sekitar 1.500 per jam.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Menurut Artanto, puncak arus mudik terjadi pada Rabu (18/3/2026). Hari itu, jumlah kendaraan yang melintas di GT Kalikangkung rata-rata lebih dari 3.000 per jam. “Bahkan pada jam 3 sampai jam 4 sore, jumlahnya mencapai 4.000 kendaraan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk normalisasi arus dari GT Kalikangkung menuju GT Cikatama, petugas telah melakukan sterilisasi jalur. “Sterilisasi sudah mulai dari Kalikangkung sampai Brebes. Nanti pihak di Jawa Barat melanjutkan (sterilisasi) sampai gerbang Cikampek,” ucap Artanto.

Artanto mengatakan, one way lokal yang sebelumnya diberlakukan dari GT Kalikangkung KM 414 hingga Simpang Susun Bawen KM 442 juga sudah diakhiri pada Kamis (19/3/2026) malam, sekitar pukul 20:00 WIB. Hal itu karena arus dan volume kendaraan telah melandai.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

0 Komentar