“Langkah ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak keagamaan dan warisan umat Islam, serta memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia,” demikian pernyataan mereka.
Direktur unit media kantor presiden Universitas Al-Quds, Khalil Assali, menyebut penutupan itu sebagai bencana bagi rakyat Palestina. Ia juga menuduh aparat Israel mengusir warga yang mencoba salat di sekitar lokasi.
