Prabowo: Jika Kita Terlalu Naif, Engga Siap Perang, Justru akan Dihabisi

Presiden Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis dan pakar di kediamannya, kawasan Hambalang, Bogor, K
Presiden Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis dan pakar di kediamannya, kawasan Hambalang, Bogor, Kamis, 19 Maret 2026. (Foto: YouTube Prabowo Subianto)
0 Komentar

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan bahwa peperangan memang harus dihindari, namun negara harus siap menghadapi perang. Katanya, jika suatu negera terlalu naif dan tidak mempersiapkan diri, maka akan dihabisi.

“Kita mengerti bahwa perang itu sangat jahat, perang itu destruktif, perang itu harus kita hindari at all cost. Tapi kalau kita terlalu naif, kita terlalu baik, kita enggak mau siap untuk perang, kita enggak mau belajar perang, kita enggak mau perlengkapi diri untuk perang, kita justru akan dihabisi,” ujar Prabowo di program Presiden Prabowo Menjawab!!! yang tayang di YouTube, dikutip Jumat (20/3/2026).

Hal ini, disampaikan Prabowo saat menjawab soal pentingnya ketahanan pangan dalam situasi perang yang telah lama menjadi pembahasannya. Dia menyebut, pangan kerap menjadi alasan utama perang terjadi, seperti adanya perebutan lahan yang subur.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

“Perang, awalnya perang antara kelompok manusia dan kelompok manusia adalah rebutan pangan. Rebutan daerah di mana ada banyak binatang berburu atau rebutan sumber air atau rebutan lahan yang sangat subur. Oh ternyata di lahan itu, di lembah itu banyak rusa-rusa suka makan di situ berarti rumputnya subur. Aku ingin kuasai lembah itu. Ternyata ada suku lain, perang, rebutan,” tutur Prabowo.

Prabowo menyebut, Indonesia harus dalam siap lantaran perkembangan sains dan teknologi yang membuat dunia semakin sempit, sehingga perang di belahan dunia lain dapat berpengaruh terhadap Indonesia.

“Satu juga perkembangan sains dan teknologi membuat bumi kita sebetulnya semakin kecil. Kalau 200 tahun yang lalu perang di Eropa enggak pengaruh untuk kita. Biar aja Inggris sama Jerman perang, Prancis sama, sekarang perang di mana saja berpengaruh,” ujar Prabowo.

Dia juga menyebut jika suatu negara ingin merdeka maka harus mengedepankan ketahanan pangan. Prabowo mencontohkan perang Ukraina yang membuat harga gandum naik dan mempengaruhi dunia.

“Perang Ukraina, harga pangan naik di dunia karena Ukraina penghasil gandum, jagung yang terbesar, Rusia juga. So bumi yang semakin kecil, the world gets smaller because of technology. Kita interconnected, kejadian di satu tempat berpengaruh ke mana-mana. Apalagi nuklir. Saya kira itu,” ucap Prabowo.

0 Komentar