TIONGKOK terkejut atas keputusan pemerintah Israel yang memberi izin kepada militernya untuk menargetkan pejabat Iran tanpa meminta persetujuan, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Kamis (19/3).
Pada Rabu, Kepala Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah diberi kewenangan untuk membunuh pejabat tinggi Iran yang menjadi target tanpa harus memperoleh persetujuan lebih lanjut dari pimpinan Israel.
“Tiongkok terkejut oleh pernyataan tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional dan menilai pembunuhan terhadap pemimpin Iran serta serangan terhadap target sipil sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, ujarnya.
Tiongkok juga mendesak semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan guna mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan.
Katz mengatakan pada Selasa bahwa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani telah terbunuh dalam operasi Israel di Teheran, bersama dengan Gholamreza Soleimani, komandan pasukan paramiliter Basij. Pemerintah Iran memastikan kedua pejabatnya itu syahid.
Pada 4 Maret, Katz juga menyatakan bahwa setiap pemimpin baru Iran akan menjadi “target eliminasi tanpa syarat” bagi militer Israel.
