Petinggi Intelijen Amerika Serikat Tolak Klaim Agresif Donald Trump Terkait Ancaman Iran

(Dari kiri) Direktur FBI Kash Patel, Direktur Badan Intelijen Pertahanan James Adams, Direktur Intelijen Nasio
(Dari kiri) Direktur FBI Kash Patel, Direktur Badan Intelijen Pertahanan James Adams, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard, Penjabat Komandan AS. Komando Siber William Hartman, dan Direktur CIA John Ratcliffe duduk di depan Komite Senat tentang sidang Intelijen untuk memeriksa ancaman di seluruh dunia di Capitol Hill pada hari Rabu, 18 Maret 2026, di Washington. (Jose Luis Magana/AP)
0 Komentar

Pernyataan ini ditolak keras oleh Ossoff, yang menegaskan bahwa tugas utama komunitas intelijen justru memberikan penilaian independen mengenai tingkat ancaman tersebut.

Polemik Penggeledahan Fulton County

Selain isu perang, Gabbard juga dicecar mengenai kehadirannya dalam penggeledahan FBI di kantor pemilu Fulton County dua bulan lalu. Sebuah tindakan yang dianggap di luar wewenangnya sebagai DNI yang mengurusi ancaman luar negeri.

Gabbard bersikeras kehadirannya di sana adalah “atas permintaan Presiden” untuk “membantu mengawasi” penggeledahan. Namun, ia menolak merinci bagaimana perintah itu diberikan, yang semakin menambah ketidakjelasan koordinasi antara Gedung Putih, Kementerian Kehakiman, dan komunitas intelijen dalam isu domestik.

0 Komentar