Iran Konfirmasi Tewasnya Ali Larijani

Ali Larijani
Ali Larijani
0 Komentar

IRAN membenarkan kabar kematian kepala keamanan top di negara itu, Ali Larijani. Larijani disebut tewas dalam serangan Israel.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (18/3/2026), dalam laporan media semi-resmi Iran, Mehr, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengkonfirmasi pembunuhan Larijani. Israel pun mengklaim telah membunuh Larijani dalam serangan yang ditargetkan.

“Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, akhirnya ia mencapai keinginan yang telah lama diidamkannya, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih kedudukan mulia sebagai martir di garis depan pengabdian,” demikian bunyi pernyataan dari dewan yang dimuat oleh Mehr.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Israel sebelumnya mengklaim telah membunuh Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dan komandan milisi internal Basij, Gholamreza Soleimani. Belum ada konfirmasi atau bantahan dari Iran sejauh ini.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz membuat klaim atas kematian Larijani pada Selasa. “Para pemimpin rezim dibunuh dan kemampuan mereka dihentikan,” tulisnya di media sosial.

Sementara itu, media pemerintah Iran menerbitkan catatan tulisan tangan Larijani, meski tidak jelas apakah itu dimaksudkan sebagai bukti kehidupan pejabat senior tersebut. Catatan Larijani, yang dipublikasikan di halaman media sosialnya, memperingati 84 pelaut Iran, yang pemakamannya diperkirakan akan dilakukan pada hari Selasa. Para pelaut itu syahid dalam serangan AS terhadap kapal angkatan laut mereka di perairan internasional.

Syahidnya Larijani menjadi pembunuhan tingkat tertinggi dalam perang tersebut sejak serangan Amerika Serikat-Israel yang menewaskan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa anggota keluarganya, pada hari pertama perang yang mereka lancarkan pada 28 Februari.

Larijani terakhir kali terlihat di depan umum pada Jumat, menghadiri rapat umum Hari Al-Quds untuk mendukung warga Palestina di Teheran, bersama dengan Presiden Masoud Pezeshkian. Dia telah menjadi tokoh politik penting dalam hierarki Iran selama bertahun-tahun, dan pernah memimpin negosiasi nuklir negara tersebut dengan Barat.

Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai ketua parlemen Iran.

Aksi Israel ini diperkirakan membuat para pemimpin Iran yang akan datang menjadi ‘lebih keras’ dibandingkan para pendahulunya, kata seorang analis kepada Aljazorsh.

0 Komentar