NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di level Rp16.997 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026).
Rupiah kembali ke level penutupan perdagangan hari sebelumnya setelah sempat menyentuh Rp17.006 per dolar AS pada pukul 03.54 JST atau 13.54 siang tadi.
Sepanjang hari ini rupiah bergerak pada rentang 16.968–17.006 per dolar AS setelah dibuka menguat pada level Rp19.976 per dolar AS pagi tadi.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen pelemahan nilai tukar rupiah hari ini masih disebabkan masalah gangguan pengiriman di Selat Hormuz, yang berpotensi mengerek harga minyak mentah global dalam jangka waktu panjang.
“Ya, ini masih menjadi perhatian utama ya saat terjadi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki minggu ketiga yang sampai saat ini belum satu kesepakatan gencatan senjata antara ketiga negara tersebut,” tuturnya dalam keterangan resminya.
Ibrahim mengatakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meminta sejumlah negara untuk membantu menyelesaikan persoalan Selat Hormuz. Namun, Selat Hormuz hingga saat ini masih ditutup .
Di sisi lain, Pemerintah Iran memperbolehkan kapal-kapal yang tidak ada hubungannya dengan AS-Israel untuk melewati Selat Hormuz. Iran hanya berfokus terhadap perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan AS.
“Nah, nanti malam Bank Sentral Amerika akan melakukan pertemuan yang kemungkinan besar masih akan tetap mempertahankan suku bunga di 3,5 persen-3,75 persen,” ucapnya.
Sementara itu, dari faktor internal, pemerintah berupaya mempertahankan defisit anggaran di bawah tiga persen melalui pemangkasan anggaran sejumlah program. Salah satunya, kata Ibrahim, yakni program makan bergizi gratis (MBG).
“Kemudian yang kedua, Bank Indonesia pun juga melakukan pertemuan ya di siang ini dan masih tetap mempertahankan suku bunga, yaitu mempertahankan suku bunga di 4,75 persen. Ya, kemudian deposit facility itu pun juga masih tetap di 3,75 persen ya,” urai Ibrahim.
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
Ibrahim menyebutkan, BI masih tetap mempertahankan suku bunga tinggi lantaran ekonomi global yang tak menentu akibat perang di Timur Tengah. Tugas dari BI mempertahankan suku bunga untuk meredakan kondisi ekonomi.
