Bahlil Lahadalia Ungkap Adanya Pihak yang Bermain di Balik Impor BBM

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: YouTube Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: YouTube Kementerian ESDM)
0 Komentar

GEJOLAK geopolitik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia ugal-ugalan. Di tengah situasi itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap adanya pihak yang bermain di balik impor BBM.

Selain melaporkan upaya pemenuhan pasokan BBM kepada Presiden Prabowo Subianto, Bahlil juga membeberkan kondisi perdagangan minyak di pasar internasional. Salah satunya terkait insiden penahanan kapal kargo impor minyak yang berasal dari Singapura.

Bahlil memastikan kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, terutama untuk menjamin keamanan pasokan energi nasional menjelang Lebaran.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Insiden tersebut menimpa dua kapal kargo minyak yang telah dibeli oleh Pertamina melalui pihak perantara atau trader.

Kapal tersebut tiba-tiba diperintahkan berbalik arah oleh pihak penjual, padahal posisinya sudah memasuki perairan Indonesia.

“Tiga-dua hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura, sudah ditenderkan oleh Pertamina lewat trader, sudah berangkat, sudah masuk laut Indonesia, kemudian disuruh kembali lagi dua kargo,” ungkap Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat ketatnya persaingan di pasar energi global. Situasi ini membuat aturan perdagangan normal kerap diabaikan. Keterbatasan pasokan di tengah tingginya permintaan membuat pihak perantara cenderung mengalihkan barang kepada pembeli lain yang berani membayar lebih mahal.

“Sekarang untuk urusan minyak ini hukum normalnya sudah tidak berlaku. Siapa yang ada cuan, dia beli, karena barang susah,” ujar Ketua Umum Partai Golkar itu.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah bersama Pertamina langsung mengambil langkah tegas dengan melayangkan komplain resmi dan ancaman gugatan hukum kepada pihak penjual. Bahlil mengatakan, berkat ketegasan tersebut pihak penjual akhirnya bersedia mengembalikan dua kargo minyak itu ke Indonesia.

“Untuk dua kapal itu kami melakukan koordinasi dengan Pertamina. Kami telah melakukan komplain dan tanggal 18 (Maret) sudah ada pengembaliannya, dua kargo itu. Kalau tidak, kita gugat,” tegasnya.

0 Komentar