PEMIMPIN tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dikabarkan telah diterbangkan ke Rusia secara diam-diam setelah mengalami luka-luka akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.
Evakuasi rahasia itu, seperti dilansir Metro.co.uk, Senin (16/3/2026), dilakukan agar putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu bisa menjalani operasi kaki untuk menyelamatkan nyawanya. Operasi itu dilaporkan dilakukan di istana kepresidenan Presiden Vladimir Putin.
Di tengah spekulasi mengenai kondisinya, Mojtaba baru-baru ini merilis pernyataan penuh amarah dan menuntut balas dendam terhadap AS dan Israel.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Laporan surat kabar Kuwait, Al-Jarida, menyebutkan bahwa Mojtaba telah dievakuasi keluar dari bunker yang dihantam serangan AS-Israel, yang menewaskan ayahnya, Khamenei, kemudian ibundanya dan istrinya, serta anak laki-lakinya.
Mojtaba, menurut Al-Jarida dalam laporannya, kemudian “diselundupkan” keluar dari Iran untuk menjalani operasi rahasia di Rusia.
Dalam evakuasi rahasia tersebut, pemimpin baru Iran ini diterbangkan ke Moskow dengan sebuah pesawat militer Rusia. Mojtaba diterbangkan keluar dari Iran dalam kondisi terluka parah.
Setibanya di Moskow, menurut laporan Al-Jarida, Mojtaba menjalani operasi yang “sukses” di salah satu istana kepresidenan Putin.
Berbagai laporan menyebut kondisi Mojtaba yang beragam, mulai dari mengalami patah kaki dan luka gores di bagian wajah, hingga kehilangan satu kaki dan dalam kondisi koma.
Al-Jarida menyebut informasi yang belum diverifikasi kebenarannya itu berasal dari “sumber pejabat tinggi yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru”. Teheran belum menanggapi langsung laporan media tersebut.
Otoritas Iran mengatakan bahwa Mojtaba masih hidup, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya mendengar informasi soal pemimpin tertinggi Iran yang baru itu sudah tidak bernyawa.
Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius
“Pemimpin revolusi dalam keadaan sehat dan sepenuhnya memantau situasi,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi.
Mojtaba dipilih untuk menggantikan almarhum ayahnya, Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1 Maret. Khamenei tewas dalam serangan awal AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Namun sejauh ini, Mojtaba belum tampil secara langsung di depan publik Iran, dan tidak muncul di depan kamera untuk menyampaikan pernyataan pertamanya pada Kamis (12/3) pekan lalu.
