Israel Kesulitan Dorong Sejumlah Besar Warga Iran Turun ke Jalan Protes Pemerintahannya Sendiri

Protes menyerukan diakhirinya serangan AS-Israel terhadap Iran di luar kedutaan AS di London, 7 Maret 2026. (F
Protes menyerukan diakhirinya serangan AS-Israel terhadap Iran di luar kedutaan AS di London, 7 Maret 2026. (Foto: Maja Smiejkowska/PA)
0 Komentar

PERANG melawan Iran tidak berjalan sesuai dengan kecepatan yang awalnya ditetapkan Israel pada awal agresi militer. Demikian sumber keamanan Israel dilansir TRT,Ahad.

Menurut lembaga penyiaran publik Israel, KAN, para pejabat keamanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa serangan pembuka agresi militer memang lebih baik dari yang diharapkan. Tetapi perang belum bergerak maju sesuai dengan kecepatan yang dibayangkan pada awal.

“Penilaian ulang terhadap tujuan perang mungkin diperlukan,” tambah sumber tersebut.

Sumber tersebut juga mengindikasikan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi Israel adalah kesulitan untuk mendorong sejumlah besar warga Iran turun ke jalan untuk memprotes pemerintah, sesuatu yang menurut beberapa penilaian Israel dapat terjadi selama perang.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Mereka mengeklaim bahwa AS dan Israel sedang merencanakan langkah-langkah tambahan di Iran yang dapat memengaruhi arah perang di masa mendatang.

Dalam pernyataan sebelumnya, militer Israel mengatakan bahwa salah satu tujuan utama angkatan udara selama hari-hari awal perang adalah untuk mencapai “keunggulan udara” di atas langit Iran.

Menurut militer, serangan telah menargetkan sekitar 2.200 lokasi yang terkait dengan lembaga keamanan dan militer Iran, termasuk fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam serta lembaga pemerintah dan keamanan.

AS dan Israel telah melanjutkan serangan bersama terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk gugurnya pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah merespons dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel dan aset militer AS di Teluk. Serangan Iran mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan pada beberapa infrastruktur sipil serta memengaruhi pasar global dan penerbangan.

Presiden AS Donald Trump menjelaskan mengapa menurutnya belum terjadi pemberontakan di Iran dalam komentarnya kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.

“Anda berurusan dengan para ‘preman’,” katanya, merujuk pada kepemimpinan Iran.

Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius

“Dan mereka telah memberi tahu semua orang dan mengeluarkan pernyataan bahwa jika Anda berdemonstrasi, Anda akan ditembak dan dibunuh… Jadi, saya sepenuhnya mengerti mengapa mereka [para demonstran] tidak melakukannya,” tambahnya.

0 Komentar