IRAN menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional semua negara, kecuali kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan para sekutu mereka.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa pembatasan tersebut hanya ditujukan bagi negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran.
“Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kami, bagi mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Yang lain bebas melintas,” kata Araghchi kepada penyiar MS Now yang dikutip Antara, Minggu, 15 Maret 2026.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Araghchi juga mengatakan bahwa kekhawatiran sejumlah negara terkait keamanan pelayaran di kawasan tersebut tidak berkaitan dengan kebijakan Iran. Menurutnya, kapal-kapal dari negara lain masih dapat melintas di jalur strategis tersebut tanpa hambatan.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair melewati jalur yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Pelayaran melalui Selat Hormuz sempat hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan serta korban sipil di Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah.
