Di tengah situasi tersebut, Australia mengeluarkan perintah kepada pejabat “yang tidak esensial untuk meninggalkan Uni Emirat Arab dan Israel”. Perintah evakuasi itu juga berlaku bagi warga negara Australia yang tinggal di Asia Barat.
Dalam pernyataannya, Pemerintah Australia mendorong warganya mengevakuasi selagi masih ada jalur yang aman untuk melakukannya.
Sementara itu, wilayah udara Qatar secara resmi telah ditutup. Penerbangan komersial di sana dilarang, namun masih ada 140 penerbangan Qatar Airways yang telah dijadwalkan untuk membantu pemulangan penduduk dan warga terdampar.
Politik Dalam Negeri Amerika Serikat Bergejolak
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Di AS, jalannya peperangan di Iran telah memicu lebih banyak perdebatan di dalam negeri. Banyak pihak mulai mempertanyakan urgensi perang dan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuknya.
Lebih dari 250 organisasi AS baru saja mengirim surat bersama untuk mendesak Kongres menghentikan pendanaan perang. Mereka berpendapat bahwa biaya USD11,3 miliar yang dihabiskan AS dalam enam hari pertama Perang Iran akan lebih berguna jika digunakan untuk kebutuhan dalam negeri yang mendesak.
Senator AS Lindsey Graham juga membuat pernyataan bahwa kemungkinan AS mengerahkan pasukan darat ke Iran kini mengecil. Meski begitu, senator dari Partai Republik itu menyebut bahwa perang masih dapat terus berlanjut dalam beberapa waktu.
Ketika situasi politik dalam negeri AS mulai bergolak, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa situasi perang di Iran akan “bergerak sangat cepat”. Ia mengeklaim bahwa militer AS “tak tertandingi” dan menyebut operasi militer di Iran “berjalan sangat baik”.
Pernyataan Trump itu dikeluarkan meskipun Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis keterangan bahwa pesawat pengisi bahan bakar AS KC-135 telah jatuh di Irak bagian barat pada Jumat.
Organisasi Perlawanan Islam di Irak mengklaim bahwa jatuhnya pesawat itu adalah tindakan mereka. Hanya saja, CENTCOM menyebut KC-135 jatuh di “wilayah udara bersahabat” dan bukan akibat tembakan musuh.
Baik Trump, Mojtaba, maupun Netanyahu hingga kini tak menunjukkan indikasi kesediaan mereka untuk melakukan de-eskalasi konflik. Namun, di tengah hal tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron membuat pernyataan pada Jumat bahwa seorang tentara Prancis tewas di Erbil, Irak.
