Centcom Konfirmasi Tewasnya 6 Tentara Amerika Serikat Usai KC-135 Jatuh di Irak Barat

Foto ini disediakan oleh AS. Departemen Pertahanan menunjukkan pesawat tempur F-16 Komando Pertahanan Dirganta
Foto ini disediakan oleh AS. Departemen Pertahanan menunjukkan pesawat tempur F-16 Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara yang mengisi bahan bakar dari KC-135 Stratotanker. (DEPARTEMEN PERTAHANAN AS/AP)
0 Komentar

KOMANDO Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi tewasnya enam tentara AS setelah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 jatuh di wilayah udara Irak Barat pada Kamis (12/3). Meski investigasi masih berjalan, Pentagon menegaskan jatuhnya pesawat dalam misi Operation Epic Fury ini bukan disebabkan oleh serangan musuh maupun friendly fire.

Terpisah, Iran mengeklaim pesawat tanker itu jatuh akibat serangan langsung sistem pertahanan udara pasukan perlawanan di Irak.

Insiden ini menambah daftar kelam militer AS sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari lalu, dengan total personel tewas mencapai 13 orang. Namun, jumlah ini memicu perdebatan setelah konferensi pers di Washington yang diwarnai ketidakpastian data.

Kebingungan di Pentagon

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, tampak ragu saat dicecar wartawan mengenai jumlah pasti korban jiwa dan lokasi kematian mereka. “Perang adalah neraka, perang adalah kekacauan,” cetus Hegseth sebelum menyerahkan jawaban kepada Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Caine.

Caine menyebutkan korban berjatuhan di Kuwait, Yordania, hingga wilayah selatan akibat serangan drone (one-way attack strikes). Hegseth mengeklaim 90% personel yang terluka telah kembali bertugas, namun ia menolak merinci angka pasti antara killed in action (KIA) dan wounded in action (WIA), yang justru menambah spekulasi publik.

Rumah Sakit di Jerman Siaga Satu

Kecurigaan mengenai jumlah korban yang lebih besar diperkuat oleh laporan Military Times. Fasilitas medis terbesar Pentagon di Jerman dikabarkan telah menangguhkan layanan pasien umum untuk fokus menangani luka tempur. Hal ini terjadi setelah 19 personel dievakuasi dari Arab Saudi ke Jerman akibat serangan pesawat nirawak.

Sementara itu, Institute for the Study of War (ISW) memberikan catatan kritis. Meski AS membantah pesawat KC-135 jatuh karena serangan, ISW mencatat adanya rangkaian serangan dari milisi yang didukung Iran terhadap pasukan AS di Irak pada periode yang sama. (

0 Komentar