Prabowo Sebut Ada Pengamat Tak Suka Keberhasilan Pemerintah: Saya Punya Data Intelijen Tahu Siapa yang Biayai

Prabowo Subianto (Dok.Tangkapan Layar YouTube Setpres)
Prabowo Subianto (Dok.Tangkapan Layar YouTube Setpres)
0 Komentar

PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut ada pengamat-pengamat yang dinilai tidak menyukai keberhasilan pemerintahannya. Menurut dia, pengamat-pengamat tersebut merasa rugi dengan pemerintahannya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Prabowo menanggapi paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut ada pihak yang bilang bahwa ekonomi di Indonesia mengalami krisis.

“Ya ini pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya ada pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, mereka itu, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik,” kata Prabowo.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Prabowo menilai pihak-pihak itu tak berbeda dengan para pihak yang melakukan korupsi terhadap negara. Prabowo lantas menegaskan akan menertibkan pihak tersebut.

“Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rejeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor ya kan, ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita. Kita mau tertibkan,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung dirinya memperoleh data intelijen sebagai presiden. Dia menyebut ada kelompok yang membiayai pihak pengamat yang dimaksud.

“Ya saya juga punya data-data intelijen ya kan, kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, jadi saya tiap hari dapat laporan intel ya kan. Jadi saya ngertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua. Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan,” ujarnya.

0 Komentar