Pidato Perdana Mojtaba Khamenei, Sejumlah Poin Penting Pernyataannya

Pesan pertama dari Ayatollah Mojtaba Khamenei sejak dia menjadi pemimpin tertinggi baru Iran pada hari Minggu
Pesan pertama dari Ayatollah Mojtaba Khamenei sejak dia menjadi pemimpin tertinggi baru Iran pada hari Minggu dibacakan di TV negara Iran. (IRINN)
0 Komentar

New York Times melaporkan penyelidikan awal militer Amerika Serikat juga menyimpulkan rudal AS tersebut menghantam sekolah akibat kesalahan penentuan target.

Pamer kemampuan bertahan Iran

Dalam pidato perdananya, Mojtaba juga menggemakan retorika mendiang ayahnya terkait kemampuan Iran untuk mengganggu stabilitas kawasan dengan menekan pasokan minyak serta memanfaatkan jaringan sekutu regional.

Ia menyerukan blokade Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, akan terus berlanjut.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

“Kehendak rakyat adalah melanjutkan pertahanan yang efektif dan bersifat menangkal yang akan membuat musuh menyesali tindakannya,” ucap Mojtaba.

Ia juga memperingatkan bahwa “kajian telah dilakukan untuk membuka front-front lain di mana musuh memiliki sedikit pengalaman dan akan sangat rentan,” tanpa merinci lebih lanjut.

Front tersebut, kata dia, akan “diaktifkan” jika perang terus berlanjut.

Pesan ke 15 Negara Timur Tengah

Khamenei menyatakan Iran berbagi perbatasan darat atau laut dengan sekitar 15 negara Timur Tengah dan “selalu menginginkan hubungan yang hangat dan konstruktif” dengan para tetangga tersebut.

Namun ia mendesak penutupan pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Timur Tengah. Ia mengatakan klaim Washington mengenai upaya menciptakan keamanan dan perdamaian hanyalah “kebohongan”.

“Negara-negara ini harus menentukan sikap mereka terhadap pihak yang telah menyerbu tanah air kami yang tercinta dan membunuh rakyat kami,” ujarnya.

Duka cita bagi keluarganya

Mojtaba memuji ayahnya sebagai “harta yang bersinar dan tokoh luar biasa dalam sejarah”, serta mengatakan ia melihat langsung jasad sang ayatollah setelah “kesyahidan”-nya.

Ia menggambarkan tubuh ayahnya sebagai “gunung keteguhan”.

Mojtaba juga menegaskan bahwa selain ayahnya, ia turut kehilangan “istri tercinta yang setia”, saudara perempuannya, anak dari saudara tersebut, serta saudara iparnya dalam serangan itu.

Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius

Ia tidak menyebut ibunya, yang sebelumnya dilaporkan juga tewas. Kantor berita Fars News Agency namun pada Kamis menyatakan laporan tersebut tidak akurat dan bahwa ibunya masih hidup.

0 Komentar