Jumpa Pers Pertama Benjamin Netanyahu Sejak Perang dan Pesan Perdana Mojtaba Khamenei ke Publik

Benjamin Netanyahu dan Mojtaba Khamenei
Benjamin Netanyahu dan Mojtaba Khamenei
0 Komentar

Netanyahu menambahkan bahwa ia berbicara setiap hari dengan Presiden AS, Donald Trump, dan percakapan mereka berlangsung secara bebas dan terbuka.

Mojtaba Sampaikan Pesan Pertama ke Publik Sejak Ia Terpilih

Di sisi lain, Iran pada Kamis (12/3) mengeluarkan pesan pertama atas nama pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei.

Khamenei menyatakan bahwa Iran akan tetap menutup Selat Hormuz dan terus menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Pesan tersebut dibacakan di televisi pemerintah, bukan disampaikan secara langsung atau melalui video.

Dalam pesannya, Khamenei mengatakan ia akan menuntut kompensasi dari Amerika Serikat atas serangan-serangannya.

Jika Washington menolak, ia menyatakan akan memerintahkan penghancuran aset-aset AS yang nilainya setara dengan jumlah yang menurut Iran harus dibayar.

Khamenei Berpesan untuk Angkatan Bersenjata dan Persatuan Iran

Dalam pesan tersebut, Khamenei memuji angkatan bersenjata Iran dan menyerukan agar perlawanan militer terus dilanjutkan terhadap apa yang ia sebut sebagai agresi oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Tuntutan massa rakyat adalah kelanjutan dari pertahanan yang efektif dan membuat musuh menyesal,” tulisnya, dikutip Iran International, Kamis (12/3).

Ia juga mengatakan Iran harus terus menggunakan ancaman penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekanan dalam konflik tersebut.

“Tentu saja tuas untuk memblokir Selat Hormuz harus terus digunakan,” tulisnya.

Baca Juga:Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko TinggiAnwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan Serius

Khamenei menambahkan bahwa pejabat Iran sedang mempelajari kemungkinan memperluas perang ke front-front tambahan di mana pihak lawan dianggap rentan.

Pernyataan itu juga memuji apa yang oleh Iran disebut sebagai “Poros Perlawanan” atau Axis of Resistance, serta berterima kasih kepada kelompok-kelompok bersenjata sekutu di kawasan yang mendukung Teheran.

“Kami menganggap negara-negara di front perlawanan sebagai sahabat terbaik kami. Front perlawanan adalah bagian yang tak terpisahkan dari nilai-nilai Revolusi Islam.”

Ia secara khusus menyebut Houthi Movement di Yaman, Hezbollah di Lebanon, serta kelompok-kelompok bersenjata di Irak yang menurutnya tetap berdiri bersama Iran meskipun menghadapi berbagai hambatan.

Sebagian besar pesan tersebut ditujukan kepada publik di dalam negeri, dengan seruan untuk menjaga persatuan dan mobilisasi selama masa perang.

0 Komentar